Most searched:

Nabi Adam Amirul Mukminin

Nabi Adam As Dan Amirul Mukminin As Sejak Pertaubatan Hingga Bersatu Kembali Di Najaf

Amirul Mukminin As bersabda: Kami (Ahlulbait) adalah kalimat yang diterima Nabi Adam As dari Allah Swt untuk bertaubat. (Bihar al-Anwar, Jilid 27, Hal.33)

 

* * * * * * * * * *

 

Imam Ridha As bersabda: perumpamaan kaum mukmin dalam menerima wilayah Amirul Mukminin As di hari Ghadir itu seperti para malaikat ketika diperintah untuk bersujud kepada Adam. Dan perumpamaan orang yang mengingkari wilayah Amirul Mukminin As di hari Ghadir adalah seperti Iblis. (Awalim al-Ulum, Jilid 15, Hal. 222)

 

* * * * * * * * * *

 

Rasulullah Saw dalam khutbah Ghadir bersabda: wahai umat manusia, sesungguhnya Iblis mengeluarkan Adam dari dari surga akibat kedengkiannya, maka janganlah kalian dengki padanya (Amirul Mukminin As) sehingga amal perbuatan kalian lenyap dan kalian akan tergelincir. Sesungguhnya Adam dikeluarkan dari surga hanya karena satu kesalahan sedangkan ia adalah sosok pilihan Allah Swt, maka bagaimana dengan kalian dan di kalangan kalian terdapat musuh-musuh Allah. (Awalim al-Ulum, Jilid 15, Hal.178)

 

* * * * * * * * * *

 

Rasulullah Saw ditanya mengenai kalimat-kalimat yang diterima Adam As dari tuhannya yang kemudian dengannya ia bertaubat. Rasul Saw bersabda: Adam memohon kepada Allah “dengan kesucian Muhammad, Ali, Fathimah, Hasan dan Husain ampunilah aku” maka Allah menerima taubatnya. (Wasail asy-Syiah, Jilid 7, Hal.98)

 

* * * * * * * * * *

 

Imam Ja’far As-Shadiq As bersabda: hari Ghadir adalah hari dimana Allah Swt menerima taubat Adam As. Karena itu Adam As berpuasa di hari ini sebagai bentuk rasa syukur. (Iqbal al-A’mal, Jilid 1, Hal.466)

 

* * * * * * * * * *

 

Amirul Mukminin As bersabda: ketika Allah Swt memilih Adam As sebagai makhluk pertama dan makhluk terbaiknya usai mempersiapkan bumi dan mengukuhkan perintahnya. (Bihar al-Anwar, Jilid 54, Hal.106)

 

* * * * * * * * * *

 

Amirul Mukminin As bersabda terkait firman Allah Swt “sesungguhnya aku menciptakan seorang khalifah di muka bumi”: seluruh muka bumi adalah milik Adam. (Wasail asy-Syiah, Jilid 9, Hal. 530).

 

* * * * * * * * * *

 

Mufaddhal bin Umar berkata: aku datang di hadapan Imam Shadiq As lalu aku berkata: “Aku merindukan Ghari (Najaf).” Beliau bertanya, “Mengapa engkau merindukan tempat itu?” Aku menjawab, “Aku mencintai Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib As dan aku ingin menziarahinya.” Beliau bertanya, “Apakah engkau tahu keutamaan mengunjunginya?” Aku menjawab, “Tidak, wahai putra Nabi Allah, beritahukanlah kepadaku.” Beliau berkata, “Kapan pun engkau ingin mengunjungi Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib As, ketahuilah bahwa engkau sedang mengunjungi tulang-tulang Nabi Adam, jasad Nabi Nuh dan jasad Amirul Mukminin As.” Aku berkata, “Adam turun ke timur bumi di langit dan dikatakan bahwa tulang-tulangnya berada di Rumah Allah, Ka’bah; lalu bagaimana tulang-tulangnya dipindahkan ke Kufah?”

Beliau berkata: “Sesungguhnya Allah Swt mewahyukan kepada Nabi Nuh, ketika dia berada di dalam bahtera, untuk mengelilingi Baitullah tujuh kali. Dia mengelilingi Baitullah sebagaimana diperintahkan kepadanya. Kemudian ia turun hingga air mencapai lututnya dan mengambil sebuah peti berisi tulang-tulang Nabi Adam. Ia meletakkan peti tersebut di dalam bahtera dan mengelilingi Baitullah sebanyak yang dikehendaki Allah. Kemudian dia sampai di gerbang Kufah, di tengah masjidnya. Di sanalah Allah berfirman kepada bumi: “Wahai bumi, telanlah airmu.” Lalu Nuh mengambil peti itu dan menguburnya di dalam gua dan gua itu adalah bagian dari gunung yang sama tempat Allah berbicara kepada Nabi Musa, Nabi Isa disucikan, Nabi Ibrahim mencapai kedudukan Khalil Allah, Nabi Muhammad dipilih sebagai kekasih Allah dan menjadikannya tempat kedudukan para nabi. Demi Allah, selain para leluhurnya yang suci (Adam dan Nuh), tidak ada seorang pun yang lebih mulia daripada Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib As, yang berada di sana.

“Maka, setiap kali kau melakukan perjalanan ke Najaf, kunjungilah tulang-tulang Adam, jenazah Nabi Nuh dan jenazah Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib As, karena kalian telah mengunjungi para leluhur pertama dan Muhammad, Nabi Penutup dan Ali, Pemimpin Para Wali. Dan sesungguhnya, bagi orang yang berziarah kepadanya, ketika ia berdoa, pintu-pintu surga akan terbuka, maka janganlah kalian menjadi orang yang tertidur ketijka pintu surga terbuka.”

(Kamil az-Ziyarat, Jilid 1, Hal.38)

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *