Kesyahidan Rasulullah Muhammad bin Abdullah Saw yang mazlum terjadi pada 28 Safar tahun 11 hijriah pada usia 63 tahun yang diakibatkan oleh racun.
Permintaan untuk Bertemu Kekasih
Pada tanggal 24 Safar, penyakit Rasulu Saw semakin memburuk. Selama sakitnya, Rasul Saw bersabda: “Bawalah kekasihku kepadaku.”
Aisyah dan Hafsah membawa ayah mereka kepada Nabi.
Rasul Saw memalingkan wajahnya yang mulia dari mereka dan bersabda: “Bawalah kekasihku kepadaku.”
Kemudian mereka memanggil Ali bin Abi Thalib As. Ketika pandangan mulia Rasul Saw tertuju pada Ali bin Abi Thalib, beliau memanggilnya dan mengucapkan beberapa patah kata kepadanya.
Ketika Ali bin Abi Thalib As beranjak dari sisi Rasul Saw, Umar dan Abu Bakar bertanya kepadanya: “Apa yang dikatakan kekasihmu padamu?”
Beliau menjawab: “Beliau meriwayatkan kepadaku seribu bab ilmu, dari setiap bab terbuka seribu bab lagi.”
Nasihat Rasul Saw
Selama sakitnya, Rasulullah Saw lebih memperhatikan untuk mengingatkan hal-hal yang penting dan di hari-hari terakhir sakitnya, beliau sering menganjurkan shalat dan memperhatikan para hamba sahaya, seraya berkata:
“Perlakukan hamba-hambamu (budak) dengan baik, perhatikan makanan dan pakaian mereka, bicaralah kepada mereka dengan lembut dan biasakanlah memiliki pergaulan yang baik.”
Suatu hari, “Ka’b al-Ahbar” bertanya kepada khalifah kedua: “Apa yang dikatakan Rasul Saw ketika beliau mendekati kematian?” Khalifah menunjuk kepada Amirul Mukminin As yang hadir di majelis dan berkata: “Tanyakan kepadanya.”
Amirul Mukminin Ali As berkata: “Rasul Saw, ketika kepalanya bersandar di bahuku, beliau selalu mengucapkan: “As-Shalah as-Shalah” (solatlah, solatlah). Pada saat itu, Ka’b menambahkan bahwa para nabi terdahulu juga melakukan hal yang sama.”
Sumber:
- At-Thabaqat al-Kubro, Jilid 2, Hal. 254